Kartini Media
Ilustrasi pasangan selingkuh. Foto: iStock

Ada 4 Profesi Paling Rentan Berselingkuh, Teratas Ditempati Dunia Penjualan

Perselingkuhan merupakan tindakan tidak dibenarkan apapun alasannya. Akibat perselingkuhan terdapat berbagai dampak negatif ditimbulkan.

Melansir Wikipedia, perselingkuhan adalah hubungan seksual atau aktivitas-aktivitas seksual lainnya yang dilakukan individu sudah menikah dengan orang lain bukan suami atau istrinya.

Menurut penelitian yang diterbitkan International Journal of Environmental Research and Public Health pada tahun 2023, seseorang selingkuh bisa mendapatkan kepuasan dari pihak lain.

Namun, selingkuh bisa menyebabkan stres, sakit hati, hingga perasaan traumatis pada pasangan yang diselingkuhi. Korban perselingkuhan akan merasa lebih rendah diri karena merasa memiliki kekurangan sehingga pasangan mencarinya dari orang lain.

Menurut hasil penelitian ini, ada beberapa efek selingkuh untuk kesehatan mental dan fisik yang akan dialami, seperti:

  • Mengalami trauma karena perselingkuhan memicu emosi negatif, termasuk kemarahan ekstrem, merasa dikhianati, merasa tidak aman, malu, bersalah, cemburu, hingga sedih.
  • Meningkatkan risiko depresi mayor.
  • Memicu muncul tindakan agresif karena perasaan cemburu, termasuk melukai pasangan.
  • Meningkatkan risiko gangguan stres pasca trauma (PTSD).
  • Meningkatkan risiko sakit jantung, seperti serangan jantung serta sindrom patah hati.
  • Meningkatkan risiko penyakit menular seksual ketika pasangan selingkuh berhubungan seksual.
  • Memicu muncul gangguan somatik, seperti insomnia, penurunan berat badan, sulit berkonsentrasi, hingga penurunan nafsu makan serta gairah seksual.
  • Meningkatkan risiko bunuh diri karena perasaan marah, tidak berdaya, hingga diabaikan sehingga memicu perasaan sangat terguncang.

Berdasarkan survei RANT Casino terhadap 3.800 orang dewasa di Inggris, hampir 85 persen perselingkuhan di mulai di tempat kerja.

Bahkan, 25 persen dari survei mengungkapkan tempat kerja menjadi lokasi rentan terjadi perselingkuhan. Disusul 21 persen saat acara kerja, 17 persen pertemuan di luar pekerjaan serta 14 persen saat perjalanan jauh.

Berdasarkan survei, terdapat beberapa industri teratas tempat kerja rentan terhadap perselingkuhan.

1. Sales (14,5%)

Dunia penjualan atau sales menduduki peringkat teratas dengan 14,5 persen mengaku berselingkuh.

Jam kerja tidak teratur, makan siang klien yang panjang, makan malam, dan acara pertemuan semuanya berjalan seiring dengan peran penjualan, memberikan banyak peluang menyimpang.

2. Guru, Pelatih, Profesi di Pendidikan Umum (13,7%)

Tak hanya dunia penjualan, guru juga menjadi profesi rentan perselingkuhan di tempat kerja.

Ada 13,7 persen responden menyatakan jika bidang pengajaran, pelatihan serta pendidikan secara umum juga banyak terjadi perselingkuhan.

3. Bidang Kesehatan, Perawat (12,5%)

Profesional kesehatan menempati peringkat ketiga dengan angka 12,5 persen.

4. Transportasi dan Logistik (9,8%)

Selanjutnya, posisi keempat ditempati pekerjaan di bidang transportasi dan logistik dengan angka 9,8 persen.(*)

Artikel Terkait