Kartini Media
Ilustrasi pasangan selingkuh. Foto: Freepik

Pasangan Selingkuh Padahal Hubungan Adem Ayem, Kok Bisa?

Perselingkuhan menduduki peringkat teratas sebagai perusak hubungan. Hubungan terlihat adem ayem, perselingkuhan tetap bisa terjadi. Jika hal ini terjadi, tentu sangat kecewa.

Dalam sebuah hubungan, ada komitmen apapun kesalahan akan dimaafkan kecuali selingkuh. Jika salah satu pasangan selingkuh, hubungan tersebut sangat sulit dipertahankan.

Melansir skata.info, selingkuh adalah bentuk ketidaksetiaan dalam sebuah hubungan berkomitmen. Ketidaksetiaan artinya terlibat dalam hubungan romantis di luar hubungan berkomitmen yang sedang dijalani sehingga timbul pengkhianatan, baik secara emosi maupun fisik.

Bagi kebanyakan laki-laki, selingkuh itu kalau sudah berhubungan fisik dengan orang lain. Sementara bagi perempuan, sekadar berbalas pesan melibatkan perasaan sudah cukup dianggap selingkuh.

Perselingkuhan rentan terjadi. Sudah hidup bahagia, saling mencintai dan menghargai satu sama lain, hubungan ideal tanpa gangguan, bisa mendapati pasangan selingkuh.

Melansir Hello Sehat, sebuah penelitian dilakukan Fakultasi Psikologi Universitas Marylan diterbitkan Journal of Sex Research mengungkapkan ada 562 orang dewasa mengaku berselingkuh.

Alasannya beragam mulai dari merasa diabaikan, hilang minat pada pasangan, hasrat seksual tidak terpuaskan, atau ingin balas dendam karena dulu pernah mengalami hal serupa.

Para ahli psikologi mengungkap beberapa alasan lain pasangan selingkuh padahal memiliki kualitas hubungan yang baik:

1. Masih ragu bila Anda adalah pasangan yang tepat

Keraguan tersebut biasanya muncul saat Anda dan pasangan akan memutuskan keseriusan hubungan seperti pernikahan.

Kecocokan berhubungan bukan dilihat dari seberapa ideal pasangan untuk Anda. Namun, ada kepercayaan dan saling menerima kekurangan satu sama lain dan bersama-sama menutupinya.

2. Penasaran dan ada kesempatan

Layaknya anak kecil ingin mencoba sesuatu yang baru, ada beberapa orang termotivasi selingkuh karena ingin tahu bagaimana rasanya.

Hal ini terjadi karena ada peluang di depan mata, sehingga membuat orang terbesit pikiran, “Kenapa tidak dicoba? Yang penting tidak ketahuan.”

3. Bosan dengan hubungan yang lurus-lurus saja

Hidup bahagia bersama pasangan, tidak menjadi jaminan jika pasangan bebas main api. Pasalnya, bahagia tidak bisa diukur dan pada dasarnya manusia selalu menginginkan sesuatu yang lebih dan selalu merasa tidak puas.

4. Tertarik dengan orang bertolak belakang dengan pasangan

Perselingkuhan bisa terjadi saat menaruh perhatian pada seseorang lebih menarik dari pasangan, bisa karena kepribadian atau penampilannya.

Orang-orang seperti ini biasanya tidak menyadari bahwa kedekatan dirinya dengan orang lain yang dianggap menarik bisa berakhir perselingkuhan.(*)

Artikel Terkait